Laman

Kamis, 08 Oktober 2009

Tobat nasuha

Keindahan TobatOleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR
SEMOGA Allah yang Mahatahu setiap aib (kejelekan, kekurangan, dan kemaksiatan yang kita lakukan), menolong diri kita untuk berani mengakuinya. Karena orang tidak akan selamat kecuali karena ampunan Allah. Bahkan, kalau mau digabung-gabungkan kebaikan kita, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, satu kejelekan balasannya sesuai dengan kejelekan itu.
Allah mengajarkan kita cara bertobat sebagaimana tercantum dalam Alquran, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (Q.S. al A'raaf [7] :23).
Salah satu syarat tobat adalah menyesal. Akan tetapi, orang tidak akan pernah menyesal kalau dia tidak pernah tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang menyadari bahwa dirinya banyak dosa. Keadaan ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang merasa dirinya telah banyak beramal. Ketika orang merasa sedih dan pilu saat melihat kejelekan dirinya sendiri, itu lebih utama daripada orang yang sombong sehingga ia sangat optimis bisa menjadi ahli surga.
Rezeki terbesar dari Allah adalah ketika kita mulai berani jujur melihat kekurangan diri sendiri. Kehati-hatian untuk tidak mudah menilai orang lain, banyak memperbaiki diri, kemudian menangis dan bertobat, adalah sikap yang lebih baik dilakukan daripada menjadi ahli masjid, tetapi bersikap ujub dan takabur karena amalan-amalannya.
Kesungguhan kita bertobat insya Allah menjadi bagian dari rezeki yang besar dari Allah SWT. "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga..." (Q.S. Ali Imran [3]:133).
Ciri-ciri tobat nasuha.
1. Menyesal.
Adanya penyesalan setelah melumuri diri dengan dosa dan kenistaan; adanya penyesalan setelah berbicara kotor; penyesalan ketika mata melihat kemaksiatan; penyesalan ketika menyakiti orang, adalah sikap-sikap yang menunjukkan adanya kecenderungan tobat nasuha. Orang yang tidak menyesal, tidak termasuk tobat. Orang yang bangga pada dosa-dosa yang pernah dilakukannya, menunjukkan bahwa dia belum sungguh-sungguh bertobat.
2. Memohon ampun kepada Allah.
Memohon ampun kepada Allah bisa dilakukan dengan cara mengucapkan istigfar sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Adam as dan Nabi Yunus as di dalam Alquran. Di samping itu, memohon ampun harus dilakukan secara sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam. Inilah salah satu tanda orang yang bersungguh-sungguh dalam tobatnya. Begitu pula dengan ungkapan sedih, derai air mata, dan menggigilnya perasaan adalah ekspresi dari penyesalan yang mendalam.
3. Gigih untuk tidak mengulangi.
Bukan sekadar tidak berbuat dosa, berpikir ke arah sana saja tidak boleh. Memang, kita dikaruniai kecenderungan untuk berbuat hal-hal yang negatif. Akan tetapi, bukan berarti harus dituruti. Namun, untuk dihindari, karena itulah yang akan membuat kita mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.
Ciri tobat yang diterima.
Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab "Muqasysyafatul Qulub", ada beberapa ciri yang menunjukkan tobat seseorang diterima, di antaranya.
1. Orang tersebut terlihat lebih bersih dan lebih terjaga dari perbuatan maksiat. Hal itu terjadi karena dia lebih bisa menahan diri. Dia seolah-olah mempunyai rem yang pakem. Rem ini seakan membuat dirinya terhalang dari perbuatan dosa.
2. Orang yang tobatnya diterima, hatinya selalu lapang dan gembira. Dia merasakannya baik dalam keadaan sendiri maupun ramai. Hati orang ini dihibur oleh Allah sehingga jernih dan lapang.
3. Dia selalu bergaul dengan orang-orang saleh dan mencari lingkungan yang baik pula. Orang yang sudah bertobat, namun masih kembali ke lingkungan yang tidak baik berarti dia belum sungguh-sungguh melakukan tobat. Lain halnya jika ia kembali ke lingkungan yang sama dengan niat untuk mengubah lingkungan itu. Mencari lingkungan yang baik adalah salah satu bagian yang akan membuat agama kita terpelihara.
4. Kualitas amalnya semakin meningkat. Selain menahan diri dari perbuatan maksiat, dia juga semakin meningkatkan kualitas salatnya, saumnya istikamah, malamnya dihidupkan dengan tahajud, dan sedekahnya terus meningkat. Inilah ciri orang yang tobatnya diterima.
5. Dia senantiasa menjaga lidahnya. Dia juga sangat serius dalam menata amal-amalnya. Semakin hari, kualitas amalnya semakin terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dia memiliki kualitas pengendalian lisan dan pikiran dengan baik. Ingatannya selalu kembali kepada Allah. Hal itu dia lakukan secara maksimal sehingga cinta dan kerinduannya kepada Allah semakin menggebu.
Jadi, kalau saat ini kita masih senang melakukan maksiat; mulut kita sering menyakiti, tidak memilih pergaulan yang lebih terpelihara, hati selalu resah dan gelisah terhadap urusan dunia, jarang mengingat Allah, dan kualitas amal merosot, itu bisa jadi berarti, tobat kita baru sekadar tobat "sambal", artinya kita menyesal, tetapi hanya sekadar penyesalan yang emosional; belum sampai pada derajat takut kepada Allah. Na'udzubillahimindzalik. ***

BTW: ini sumber aku ambil dari hasil browsing inet.

__________________________________________________


- Hanya Islam satu-satunya agama yang benar.


[3.19] Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.

- Jangan sekali-kali mati dalam keadaan tidak memeluk agama Islam. Karena
agama diluar Islam ditolak oleh Allah swt, dan semua pemeluknya akan masuk
neraka.

[2.132] ... maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.
[3.102] ... ; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama Islam.
[3.85] Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk
orang-orang yang rugi.

- Orang Kristen itu Kafir karena mengatakan bahwa Allah itu sama dengan Nabi
Isa, padahal nabi Isa sendiri sudah memerintahkan untuk hanya menyembah
Allah. Orang Kristen juga kafir karena mengatakan bahwa Allah adalah salah
satu Tuhan dari oknum Tuhan Trinitas (konsep ketuhanan Three in One).

[5.72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya
Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata:
"Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu"
[5.73] Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah
salah satu dari yang tiga",

- Kalau ada orang Kristen (juga Yahudi) yang mengaku bakal masuk surga
berarti mereka sedang berkhayal luar biasa sesat, bagaikan kecoak Flores
yang merindukan Galaksi Andromeda.

[2.111] Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan
masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani".
Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka.

- Maka itu marilah kita semua memeluk agama Islam, satu-satunya agama yang
benar.

[2.208] Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara
keseluruhannya.




_____________________________________________________

KETUKAN IMAN

Prof. Arthur Alison: ''Karena Az Zumar 42''

Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala Jurusan Teknik
Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa
dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada
awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. Sampai akhirnya aku
menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih
dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.

Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode
kedokteran spiritual. Undangan itu sampai kepadaku karena selama beberapa
tahun, aku mengetuai Kelompok Studi Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat
itu, aku sebenarnya telah mengenal Islam melalui sejumlah studi tentang
agama-agama.

Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam
Internasional tentang 'Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran' di Kairo.
Pada acara itu, aku mempresentasikan makalah tentang 'Terapi dengan Metode
Spiritual dan Psikologis dalam Al Quran'.

Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang 'Tidur dan
Kematian', yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42
yang disampaikan ilmuwan Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.

Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, "Allah memegang
jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di
waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan
kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi kaum yang berpikir," telah membukakan mata hatiku terhadap Islam.

Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang
mati adalah dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad.
Bedanya, pada orang tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada
jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada orang mati, tidak.

Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan
ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat
bermimpi ia sedang tidur.

Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang
mengalami koma. Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang
mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu
kesadaran yang masih hidup.

"Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah
fenomena yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad
ini?" Jawaban atas pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk
memeluk Islam.

Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh
Syekh Jad Al-Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun
menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya.

Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai
dengan fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua
kalimat syahadat yang sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun
menjadi seorang Muslim dan mengganti namaku menjadi Abdullah Alison.

Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah
mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari
Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku
mempelajari Islam, aku juga terdorong untuk melakukan studi perbandingan
dengan agama lainnya.

Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa Islam
sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang
paling baik diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum
alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas
mengarahkan jalan hidup manusia.

Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini. Dia itulah Sang
Kreator, Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam,
aku pikir pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk
mendakwahkan Islam di Barat yang sangat rasional itu.

Tidak ada komentar:

SMP NEGERI 1 LUBUK SIKAPING

SMP NEGERI 1 LUBUK SIKAPING
Gedung SMP N 1 Lubuk Sikaping